Film Tampan Taylor adalah sebuah film ber-genre drama yang tayang pada tahun 2013. Film ini dimainkan oleh beberapa artis papan atas Indonesia seperti:
-. Vino G Bastian sebagai Topan
-. Jefan Nathanio sebagai Bintang
-. Ringgo Agus Rahman sebagai Darman
-. Marsha Timoty sebagai Prita
Topan adalah seorang ayah yang ditinggal mati istrinya karena kanker. Kematian istrinya meninggalkan cerita tersendiri dalam film ini. Topan dan anaknya, Bintang harus memulai hidup dari nol lagi setelah tempat jahit jas miliknya terpaksa ia jual dan mesin jahit satu-satunya peninggalan istrinya harus digadaikan.
Sekarang yang tersisa hanyalah beberapa lembar uang tanpa warna merah hasil dari gadai mesin jahit, tas besar berisi pakaiannya dan anaknya serta sebuah papan plat nama bertuliskan ‘Tampan Tailor’. Plat kesukaan anaknya, karena tulisan dalam papan terbuat dibuat oleh Tami, ibu dari sang anak.
Bagi Bintang, Tampan Tailor berarti Tami dan Topan, yang merintis usaha di dunia jahit menjahit jas. Bintang sendiri saat itu masih berusia enam tahun.
“Ayah, bagaimana Ibu menemukan kita jika kita belum tahu mau tidur dimana?” tanya bintang pada bapaknya.
“Ibu itu adalah manusia paling pinter sedunia... jadi dia tahu dimana kita akan tinggal,” sambil tersenyum Topan menjawabnya.
Beruntunglah Topan, ia masih memiliki satu saudara yang hidup di Jakarta. Untuk beberapaa hari kedepan ia mendapatkan tempat tinggal. Di kampung kumuh, rumah petak ya sudah terisi suami istri dengan empat anaknya. Topan dan Bintang sudah bersyukur bisa tidur tanpa beratapkan langit yang sesungguhnya.
Setelah menganggur, Topan mencoba beberapa pekerjaan. Ia diajak saudaranya untuk menjadi calo tiket kereta api. Dia tahu bahwa pekerjaan sebagai calo itu tidak baik, dan tidak patut ditiru oleh anaknya yang polos. Suatu ketika anaknya bertanya, “ ayah apa pekerjaan ayah?”
“Ayah adalah pahlawan rahasia, ayah adalah calo jadi jangan keras-keras” sambil menaruh jari telunjuk di depan bibir.
Begitu polosnya Bintang menerima penjelasan dari ayahnya, bahkan ketika ia harus terpaksa berhenti sekolah karena Topan sudah tak sanggup membiayainya.
“Nak, besok kamu libur dulu ya... bantu Ayah jadi pahlawan rahasia,” bisik Topan ketika menjemput anaknya pulang sekolah.
Beberapa hari menjadi calo, Topan tertangkap dan kala itu Bintang sedang sendirian di stasiun, menunggu kedatangan ayahnya. Hingga larut malam, ia ditolong oleh seorang wanita yang bernama Prita.
Prita memiliki kios penitipan di dekat stasiun, Bintang dibawanya kesana. Sedangkan Topan waktu itu harus menginap di sel semalam karena perbuatannya. Pagi ketika dibebaskan, Topan mencari Bintang.
Disinilah Topan dan Prita bertemu untuk kesekian kalinya. Kali ini Prita marah besar kepada Topan karena ia meninggalkan anaknya sendirian di stasiun. Topan sendiri mengakui kesalahannya.
Gagal jadi calo, ia beralih menjadi kuli bangunan. Kali ini Topan dan Bintang tak lagi menginap di rumah saudara, ia tidur bersama kuli-kuli yang lain di sebuah gubuk dekat proyek.
Baru beberapa hari menjadi buruh bangunan, Topan mendapat tawaran pekerjaan dari Prita sebagai penjahit di konveksi milik saudara Prita. Mulai dari sini kehidupan Topan membaik, ia mendapatkan mess untuk tempat tinggal. Meski demikian Bintang belum juga bisa kembali ke bangku sekolah.
Topan bekerja dibagian pembuatan jas, spesialisasinya. Jas buatan Topan mendapatkan pujian dari kawan penjahit lainnya, bahkan manajer produksi dan dan direktur perusahaan juga. Sayang, ia harus dipecat karena ada yang menipunya. Ia dianggap korupsi bahan jas setelah jas-jas bikinan konveksi tersebut di kembalikan oleh pelanggan.
Akibat kejadian ini, hubungan Topan dan Prita menjadi renggang. Prita marah besar terhadap Topan karena telah dianggap menipunya. Prita malu kepada saudaranya dan berjanji akan mengganti uang yang dikebiri oleh Topan.Tak patah arang, Topan kembali menemui saudaranya Darman. Kali ini Ringgo sudah tak menjadi calo, ia alih profesi menjadi stuntman. Pekerjaan yang membutuhkan nyali tinggi. Topan ikut-ikutan menjadi stuntman. Ia dinilai bagus , sejak saat itu kehidupannya mulai membaik.
Masih belum cukup, saudara Prita datang kembali untuk mencari keberadaan Topan. Dari sinilah cerita kejayaan itu dimulai.
Katanya film ini terinspirasi dari kisah nyata. Dalam Tampan Taylor, akan banyak dihadirkan adegan-adegan dimana bagaimana Topan mendidik anaknya.
Akhirnya entah bagaimana Topan diminta untuk membuat sebuah jas untuk seorang artis. Akhirnya dia membuatkan jas untuknya dan kemudian sang artis sangat suka terhadap jas buatan Topan. Sejak saat inilah Topan menuju pada puncak karirnya dan menjadi penjahit yang sangat terkenal di berbagai kalangan.
Menurut saya, film ini bagus untuk bagaimana seorang ayah mendidik anak yang baik. Topan dalam suatu waktu menjadi lembut dan bersahabat dengan anaknya, namun pada suatu waktu ia berubah menjadi seorang ayah yang tegas dan disiplin. Ia memposisikan dirinya adalah Raja atau Ketua yang harus diikuti perintahnya oleh anak.
Sang anak, Bintang juga adalah anak yang cerdas. Ia menjadi penurut ketika Topan mampu menjelaskan apa yang Bintang ingin diketahui. Film ini lebih memposisikan diri sebagai hubungan ayah dan anak daripada kerja keras seoran Topan dalam menghidupi anaknya.
Seperti epilog dalam film ini.
Sang anak, Bintang juga adalah anak yang cerdas. Ia menjadi penurut ketika Topan mampu menjelaskan apa yang Bintang ingin diketahui. Film ini lebih memposisikan diri sebagai hubungan ayah dan anak daripada kerja keras seoran Topan dalam menghidupi anaknya.
Seperti epilog dalam film ini.
Ada beberapa kalimat yang masih saya ingat pada film tersebut dan sangat menginspirasi. salah satunya adalah kalimat yang diucapkan Topan, beberapanya yaitu "Orang bilang hidup penuh kejutan, kadang di atas kadang di bawah. Tapi tidak bagiku, tiap hari adalah kejutan" , "Bukan masalah di atas atau di bawah, tapi bagaimana kita menjalaninya dengan cinta dan keikhlasan"
